Gigi Berlubang
Gigi berlubang menandakan gigi yang tidak sehat. Gigi yang berlubang disebabkan oleh plak gigi. Plak gigi tercipta karena tumpukan kuman atau bakteri yang menempel pada gigi. Bakteri yang ada dalam mulut dapat menimbulkan rasa asam saat kita makan. Bakteri ini bisa terjadi karena sisa makanan yang tertinggal di dalam air liur atau mulut.
Gigi berlubang memang menimbulkan rasa sakit, apalagi jika gigi yang berlubang semakin besar. Gigi yang berlubang dapat mempengaruhi saraf dan bisa membuat gigi patah. Sakit gigi karena gigi berlubang akan semakin terasa saat kita memakan makanan yang panas atau dingin. Sebaiknya, periksakan diri ke dokter saat anda mengalami gigi berlubang. Dokter akan menangani masalah pada gigi berlubang tergantung dengan kondisinya.

Apabila gigi yang berlubang masih sangat kecil maka dokter hanya akan memulihkan giginya dengan cara menggosokkan fluoride ke gigi selama beberapa menit. Biasanya dalam pemeriksaan gigi berlubang memerlukan alat yang disebut bor gigi untuk menambal atau memperbaiki gigi.
Gigi berlubang yang telah mengalami pembusukan akan di bor untuk membuang bagian yang telah membusuk dan menambalnya. Apabila gigi berlubang yang membusuk sudah rapuh dan sangat parah maka sebaiknya dicabut dan mengganti dengan gigi palsu. Apabila anda membiarkan gigi berlubang terlalu lama apa yang akan terjadi? Mengapa gii berlubang harus di tambal atau dicabut dan sebenarnya, apasih bahaya dari gigi berlubang?

Bahaya Gigi Berlubang
Gigi yang berlubang biasanya akan berwarna coklat atau gelap, gigi berlubang biasanya dialami anak-anak. Jangan salah gigi berlubang bisa dialami oleh semua kelompok umur. Jika gigi yang berlubang tidak segera diatasi dengan benar maka bisa menyebabkan terjadinya infeksi jaringan pada tubuh. Kalau jaringan sudah terinfeksi maka bisa menyebar ke dalam organ lain dan dapat menyebabkan masalah kesehatan.
Gigi berlubang biasanya menimbulkan rasa nyeri yang sangat luar biasa. Rasa nyeri ini akan muncul dan hilang dengan silih berganti. Bahkan, rasa nyeri ini bisa menjalar sampai ke telinga bahkan sampai ke kepala. Tidak heran, jika seseorang yang mengalami gigi berlubang cenderung sedikit emosional. Hal ini karena menahan rasa nyeri yang hebat dan menyebabkan seseorang lebih sensitif.
Jika anda mengalami gigi berlubang jangan dibiarkan terlalu lama, ini akan membuat anda mengalami kerusakan pada rahang karena infeksi yang meluas. Infeksi ini ditandai dengan beberapa gigi ompong karena telah mengalami pembusukan dan dapat mempengaruhi struktur gigi yang tentunya mempengaruhi rahang.
Gigi yang berlubang dapat menyebabkan abses karena infeksi yang menyebar tidak mendapat pengobatan segera. Abses ini akan mempengaruhi berkumpulnya bakteri dalam mulut dan gigi berlubang bisa menyebabkan penyakit gusi. Penyakit gusi biasanya ditandai dengan peradangan yang menimbulkan nyeri pada gusi. Akibatnya, gusi tampak merah dan mengalami pembengkakan.
Gigi juga berlubang dapat menyebabkan penyakit jantung. Penyakit ini dipicu dari bakteri yang ada dalam mulut dapat bergerak bebas mengikuti arus aliran darah yang dapat menginfeksi otot dalam jantung. Hal ini juga didukung dengan penelitian mengenai penyakit periodontal atau penyakit gigi dan gusi yang menyebabkan penyakit jantung. Infeksi jenis ini harus mendapat perawatan lebih lanjut dan didukung dengan penggunaan antibiotik.
Terakhir, gigi berlubang dapat menyebabkan stroke. Sudah diketahui jika stroke dan penyakit jantung merupakan pendukung kematian terbesar. Stroke terjadi karena infeksi oral dan berhubungan dengan penyakit periodontal. Pada infeksi oral akan menyebabkan infeksi ke otak dan menyebabkan stroke iskemik.
[products_slider title=”Produk Terkait” per_page=”30″ featured=”no” latest=”no” best_sellers=”no” on_sale=”no” orderby=”menu_order” order=”desc” layout=”default” category=”dental-unit, ” ]