apakah resiko riwayat HIV pada ibu melahirkan

Resiko Ibu Hamil Dengan Riwayat HIV

Persalinan Ibu Dengan Riwayat HIV dan Resiko Terhadap Bayinya

Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin, plasenta dan jaringan lainnya). Persalinan ibu dengan riwayat HIV lebih beresiko menularkan HIV dibandingkan pada saat kehamilan. Penularan terjadi melalui persalinan normal melalui vagina sekresi maternal saat melahirkan atau kontak antara kulit yang luka dengan membrane mukosa pada bayi. Semakin lama proses persalinan, maka semakin besar pula resiko penularan terjadi. Oleh karena itu, lamanya persalinan dapat dipersingkat dengan Secsio Caesaria. HIV hidup di cairan tubuh melalui transfusi darah, jarum suntik yang digunakan bersamaan dan cairan dari orang yang terinfeksi HIV. Virus menjadi tersebar ke seluruh tubuh bila darah atau cairan tersebut masuk ke tubuh orang lain.

apakah resiko riwayat HIV pada ibu melahirkan

Ibu Menyusui Bisa Menularkan HIV

Tahukah anda faktor yang mempengaruhi tingginya risiko penularan HIV ibu ke bayi selama proses persalinan? Terjadinya robekan jalan lahir yang meningkatkan kontak bayi dengan darah ibu dan penularan melalui ASI setelah persalinan. Bahwa ibu dengan Riwayat HIV yang menyusui bayinya akan lebih berisiko menularkan HIV sebesar 10 – 15% dibandingkan bayi yang hanya diberikan susu campuran. Pada bayi jika dilahirkan secara normal maka akan terkena virus HIV dari ibunya. Sebagaimana kita ketahui bahwa sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh kita. Tanpa sistem kekebalan tubuh maka ketika tubuh kita melemah maka sangat mudah terserang penyakit. Manusia yang terkena virus HIV tidak langsung menderita penyakit AIDS, melainkan diperlukan waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun bisa terkena virus AIDS.

alat cek HIV aids

Persalinan dengan HIV akan lebih beresiko mentransmisikan HIV dari ibu ke bayi. Penularan dapat terjadi penularan melalui rahim, sehingga ibu hamil yang terkena HIV dianjurkan untuk persalinan Secsio Cesaria (SC). Pada saat kehamilan sebaiknya dilakukan pemeriksaan HIV. Jika terdapat virus HIV maka harus dilakukan pengobatan agar sistem kekebalan tubuh janin tidak terganggu. Jika tidak ditangani secara cepat tingkat penularan dari ibu ke bayi selama masa kehamilan dan persalinan adalah sebesar 25%. Bisa mengakibatkan sistem kekebalan tubuhnya menurun hingga bayi mudah terserang penyakit dan beresiko kematian.

Untuk itu perlu diperhatikan pada saat kehamilan dilakukan pemeriksaan tes HIV agar tidak terjadi dampak buruk bagi janinnya. Kini alat tes HIV sudah ada di toko alat kesehatan dan cara penggunaan alat ini juga cukup mudah yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Sehingga anda cepat mengobati penyakit tersebut sebelum memasuki proses persalinan. Resiko persalinan dengan HIV yang dapat menyebabkan penularan pada bayinya, jika positif terkena penyakit virus HIV dan AIDS tanpa dilakukan pengobatan maka akan menyebabkan kematian pada ibu dan bayi. Semoga bermanfaat.

[products_slider title=”Produk Terkait” per_page=”20″ featured=”no” latest=”no” best_sellers=”no” on_sale=”no” orderby=”menu_order” order=”desc” layout=”default” category=”alat-test-HIV, “]