Termometer
Suhu tubuh yang normal sekitar 36,6°C sampai 37°C, apabila diukur melalui dubur mungkin bisa lebih dari itu. Apabila anda mengukur suhu tubuh biasanya menggunakan termometer. Termometer memiliki banyak jenisnya, salah satu jenis termometer misalnya termometer air raksa yang merupakan termometer konvensional yang tidak lagi dianjurkan karena bisa pecah dan air raksa beracun bila terhirup. Ada juga termometer digital yang merupakan termometer elektronik dengan sensor panas serta berbentuk seperti pensil.
Ada juga termometer digital telinga. Termometer ini menggunakan inframerah dan bisa mengukur suhu liang telinga. Termometer dot digital bisa dilakukan selama 3 sampai 5 menit. Termometer arteri temporal menggunakan inframerah untuk mengukur suhu dan keakuratannya masih di pertanyakan.
Termometer dahi terbuat dari plastik yang tipis sehingga tidak terlalu akurat. Cara penggunaannya bisa menempelkannya ke dahi. Ada lagi termometer sekali pakai, termometer ini bisa digunakan di mulut ataupun dubur. Biasanya termometer ini paling umum di selipkan ke dalam mulut ataupun ketiak.
Pengukuran suhu tubuh
Suhu tubuh merupakan sebuah ukuran yang terjadi karena hasil dari dalam tubuh. Mengetahui suhu tubuh sangatlah penting, anda harus mewaspadai gejala apabila suhu meningkat. Selama ini banyak orang yang beranggapan bahwa suhu tubuh normal adalah 37°C, seperti pada paragraf awal suhu berkisar antara 36,6°C-37°C.
Suhu tubuh yang normal memang berbeda dengan suhu tubuh yang tinggi atau rendah. Suhu tubuh yang rendah merupakan awal hipotermia, hipotermia bisa menyebabkan kematian. Hal ini disebabkan terganggunya fungsi organ jantung dan pernapasan. Seseorang yang hipotermia memiliki suhu tubuh dibawah 35°C.
Pahami pula gejala hipotermia yang bisa terjadi, seperti menggigil dan bicara yang tidak jelas. Perlahan-lahan seseorang akan kehilangan kesadaran, namun pada bayi hal ini terjadi ruam merah dan kulit bayi menjadi dingin. Apabila terjadi kedinginan pakailah pakaian yang tebal dan juga hangat.
Usahakanlah supaya tubuh anda selalu dalam keadaan kering, konsumsi juga air hangat. Sedangkan keadaan suhu tubuh yang tinggi disebut dengan hipertermia, hipertermia memiliki suhu melebihi 40°C.
Hipertermia berbeda dengan demam, hipertermia bisa diobati menggunakan paracetamol. Demam yang terjadi bisa menyebabkan sistem suhu tubuh berada diluar kendali. Cara mengukur suhu tubuh juga tidak dapat dilakukan dengan sembarangan, anda bisa mengukurnya melalui telinga, dahi, mulut dan ketiak.

Sedangkan, penyebab akurat dan tidak akuratnya pengukuran termometer ini terjadi karena beberapa hal. Hal yang bisa menyebabkan termometer tidak efektif karena terlalu cepat dalam mengangkat termometer dan batrai termometer yang lemah. Selain itu, mulut yang terbuka juga mempengaruhi kefektifan atau keakuratan dari termometer.
Pengambilan secara oral bisa dilakukan dalam waktu 20 menit setelah anda merokok atau minum-minuman yang dingin atau panas. Selain itu, memahami tubuh juga sangat penting sebagai langkah awal dalam mendeteksi suhu tubuh yang normal atau tidak normal.
[products_slider title=”Produk Terkait” per_page=”30″ featured=”no” latest=”no” best_sellers=”no” on_sale=”no” orderby=”menu_order” order=”desc” layout=”default” category=”termometer-digital, ” ]